FAQ BTS

Silahkan dijawab bagi yang kompeten (terserah no.berapa saja), saya cuma pengen mengeluarkan pikiran2 yang terlintas di benak dalam bentuk pertanyaan sebagian dalam bahasa ‘orang awam’, ketika melongok ke sebuah BTS. (walaupun sebenarnya saya sudah mengetahui beberapa teori dasar saja).

1. Antena BTS kok ada yang bentuknya persegi panjang (biasanya paling atas, jumlahnya 3-4/lebih) dan ada juga minimal satu/beberapa antena berbentuk parabola tapi ditutupi semacam pelindung –> lebih mirip rebana? kenapa harus diberi penutup/pelindung?

2. Fungsi dari kedua jenis antena itu untuk apa/Link dari masing-masing jenis itu kemana saja? Berapa mW/Watt/dBm/dB kisaran power-nya?

3. Lalu pita 900/1800 GSM itu dipancarkan melalui antena yang mana? Trus komunikasi/link antar BTS pake pita frekuensi berapa dan antena yang mana? Atau link antar BTS pakenya cuma microwave atau bisa optis?

4. Mesin apakah yang nongkrong di dalam BTS itu? Fungsinya apa saja? Koq (sepertinya) pake AC segala?

5. Apakah ada power supply cadangan apabila listrik mati? misal genset, yang otomatis mem-backup power saat PLN down.

6. Di Kuliah Transmisi Telkom-nya Pak Budi, kalo ndak salah ada topik tentang pemandu gelombang (Wave Guiding), apakah diaplikasikan ke jalur transmisinya dalam 1 BTS itu?

7. Kenapa jarak antar BTS GSM begitu dekat, sedang BTS Flexi (sepertinya) jarang-jarang? Untuk GSM 900 & 1800 berapa km jangkauan rata-rata tiap sel-nya? Apakah ini berkaitan dengan Frekuensi Kerja-nya?

8. Bisa tidak kita membedakan mana BTS dan mana BSC (Base Station Controller)? tanda2nya?

9. Bagaimana sistem grounding BTS–apa jadi satu dengan penangkal petir? Fungsi dari sistem grounding BTS itu sendiri apa sih?

10. Interkoneksi BTS<->BSC<->MSC bagaimana? semuanya pakai microwave atau? Kalau microwave pake frekuensi berapa? Apakah ada kemungkinan interferensi dengan microwave link operator selular lain yang berdekatan misalnya?

sementara itu dulu…. maap lho kalo kebanyakan Laughing
Semoga jawaban2 FAQ di atas bisa menjernihkan pemahaman kita tentang BTS…betul?

1. Antenna BTS panjang itu adalah antenna untuk GSM, bentuk luar tersebut sebenarnya merupakan reflector dan penutup dari element antenna itu sendiri. Antenna BTS secara umum ada dua type : OMNI antenna dan PANEL antenna.
Antenna yg berbentuk Parabola adalah antenna untuk Microwave (Transmission system). Ada macam-macam antenna utk MW: Grid pack, horn,etc.) Salah satu fungsi penutup tersebut untuk melindungi element didalam antenna, untuk menahan tiupan angin.

2. Antenna Gain itu macam-macam, tapi untuk GSM yang di pasang di semi-urban biasanya berkisar antara 15-18 dB. Untuk antenna MW, tergantung dari diameter antenna tersebut, semakin besar diameternya, semakin besar gain antenna tsb, berkisar antara 30-40 dB

3. Antenna bisa dual band bisa juga single band. Jadi utk antenna dualband, GSM900 dan GSM1800 BTS bisa diconnect ke antenna yang sama. Kalau pake single band antenna, biasanya antenna GSM900 lebih besar daripada antenna GSM1800 (dari prinsip dipole antenna = 1/2 lambda)
Transmisi untuk BTS sebagian besar memakai MW atau leased line, jarang ynag memakai Fibre Optic, alasannya nggak efisien dg FO, krn 1 BTS umumnya hanya membutuhkan 1×2Mb link. Kalu FO — > boros

4. Perangkat yang ada didalam Shelter site : BTS, Microwave indoor unit dan Rectifier system. Hrs pake AC dg tujuan untuk menjaga suhu didalam ruangan pada suhu optimum (+20C) sehingga life time equipment akan terjaga

5. BTS biasanya dicatu dengan DC supply (-48 V), yang dihasilakn oleh Rectifier system. Rcetifier system ini dilengkapi dengan battery yang akan memback-up systam bial main PLN mati, biasanya back-up time berkisar antara 2 – 4 jam tergantung dari desainnya

6. Tentu saja di applikasikan

7. Frekuensi mempengaruhi besarnya sel yang diinginkan, tetapi yang paling utama adalah faktor desain dari operator yang bersangkutan. Juga teknologi yang diterapkan.

8. Karena BSC merupakan “Controller” dari BTS, jadi BSC ini dikoneksikan dengan beberapa BTS, sehingga yang “agak tampak dari luar” adalah BSC site biasanya punya Antenna MW transmisi yang lebih banyak. Juga Site BSC biasanya lebih besar, dengan adanya perangkat Genset, TRS yang lebih banyak dst

9. Groundng BTS biasanya berbeda dg penangkal petir. Fungsi utama untuk menjaga impedansi tetap stabil, mencegah kebocoran rambatan listrik

10. Yang umum TRS masih memakai MW,. Frequency bervariasi, mulai 7, 8, 13, 15,18, 23, 26 , 38 GHz. Didalam band tersebut msh ada Sub-band lagi, jadi hrsnya msg-msg operator punya lokasi tersendiri dari pemerintah untuk menghindari interferensi.

Sedikit tambahan deh :

1. Pada antenna Microwave (MW) Radio, yang bentuknya seperti rebana genderang, itu termasuk jenis high performance antenna. Biasanya ada 2 brand, yaitu Andrew and RFS. Ciri khas dari antenna high performance ini adalah bentuknya yang seperti gendang, dan terdapat penutupnya, yang disebut radome. Fungsi radome antara lain untuk melindungi komponen antenna tsb, dari perubahan cuaca sekitarnya.

2. Antenna BTS (bentuknya persegi panjang), itu untuk mengakomodasi hubungan antara Mobile equipment (hp) dan perangkat BTS yang terhubung dengan antenna tsb. Sedangkan fungsi antenna MW (bentuknya seperti genderang), biasanya untuk mengakomodasi hubungan antara BTS dan BSC. Output power untuk BTS, terus terang saya tidak begitu mengerti. Sedangkan untuk perangkat radio MW, biasanya sekitar 27 dBm atau 0.5W (untuk frek. 7 atau 8 GHz), dan sekitar 25 atau 23 dBm (untuk frek. yang lebih tinggi). Tapi, output power dari perangkat radio MW, juga tergantung lebar bidang (bandwidth) yang dipancarkan. Semakin besar bandwidhtnya, semakin kecil output powernya. ==> Ini khan udah diterangkan oleh pak Budi/pak Samiadji, pada mata kuliah sistem telekomunikasi (siskom). Hayoo, pada ngantuk ya dulu. Hahahahahahahaha …… Very Happy.

3. Pita 900/1800 MHz, itu merupakan frekuensi yang dipancarkan oleh antenna BTS dan merupakan frekuensi yang ditangkap oleh Mobile Equipment (handphone kita). Sedangkan antar link BTS, komunikasinya lewat BSC dan MSC. Jadi, antar BTS tidak bisa saling berkomunikasi secara langsung. Koneksi dari BTS ke BSC itu biasanya pake MW radio, karena biasanya cuma butuh 1×2MBps (E-1). Sedangkan dari BSC ke MSC, biasanya menggunakan Microwave dengan kapasitas besar, sampai 1xSTM-1, atau menggunakan koneksi FO (untuk kota-kota besar).

6. Pemandu Gelombang, merupakan media solid (bukan udara) yang digunakan untuk mengantarkan gelombang microwave (RF). Penggunaan secara praktis (dilapangan), wave guide ini biasa juga disebut sebagai feeder. Wave Guide ini digunakan pada radio MW yang full indoor ==> biasanya untuk kapasitas transmisi yang besar, sampai dengan NxSTM-1 (dimana N=bilangan bulat, hehehehehehe … Mr. Green). Sedangkan, untuk radio MW yang mempunyai kapasitas agak kecil, sampai 16×2 Mbps (16 E1), biasanya menggunakan radio MW indoor dan outdoor type. Nah, interface antara indoor unit (IDU) dan oudoor unit (ODU), biasanya menggunakan coaxial cable (IF cable), karena gelombang yang pancarkan dari IDU ke ODU adalah pada level IF. Dari ODU ke antenna, biasanya langsung menempel (untuk frek. lebih dari 10 GHz), jadi tidak dibutuhkan pemandu gelombang. Sedangkan untuk frek. 7 atau 8 GHz, dimana ODU dan antenna tidak menempel, digunakan low loss cable, untuk menghantarkan gelombang RF, dari ODU ke antenna. Meskipun demikian, tren yang ada saat ini, MW radio yang tidak full indoor type, sudah bisa mengakomodasi traffic sampai level STM-1.

7. Penentuan jarak antar BTS, itu dipengaruhi banyak hal. Diantaranya kepadatan pengguna pada area tsb atau jangkauan yang ingin dicapai oleh BTS tsb. Kedua hal tsb, sangat berlawanan. Bila kita ingin mendapatkan jangkauan yang luas untuk 1 BTS, maka jumlah pelanggan yang dilayani akan berkurang. Karena pada sistem GSM, tiap BTS sudah mempunyai alokasi frekuensi tersendiri, yang biasa disebut FA (frequency assignment). Karena tiap GSM menganut sistem TDMA (time division Multiple Access), maka tiap frekuensi bisa dibagi-bagi dalam 8 time slot. Tiap time slot, hanya bisa diisi oleh 1 orang pelanggan, dalam 1 waktu. Pada tiap BTS, bisa dialokasikan beberapa frekuensi (FA), tergantung dari design networknya. Jadi, bila sang designer menginginkan jumlah pelanggan yang bisa dilayani dalam 1 daerah banyak, maka dia harus meletakkan banyak BTS dalam 1 daerah (coverage dari BTS tsb jadi sempit) ==> diaplikasikan dalam daerah perkotaan. Begitu juga sebaliknya, bila sang designer menginginkan coverage yang luas untuk tiap BTS, maka ia harus mengorbankan jumlah pelanggan dalam area tsb.

Sedangkan untuk CDMA, menggunakan sistem yang berbeda. Karena platform dari CDMA adalah spreadspectrum (menyebarkan informasi dalam suatu lebar spektrum tertentu), maka penentuan jumlah pelanggan didasarkan pada kemampuan dari mesin CDMA untuk membangkitkan kode-kode unik, yang akan membedakan masing-masing pelanggan. Jadi, semua pelanggan dalam area BTS tsb menggunakan frekuensi yang sama, tapi tiap-tiap pelanggan yang akan berkomunikasi dengan BTS tsb akan mempunyai kode unik, yang hanya bisa diidentifikasi oleh BTS tsb. Apakah ada batasan jumlah pelanggan dalam 1 BTS CDMA? Pasti ada. Karena penambahan jumlah pengguna dalam 1 area, akan meningkatkan error yang kemungkinan terjadi (teori CDMA dan spreadspektrum). Jadi, para operator CDMA tinggal menentukan maximum error yang diizinkan, dan jumlah pelanggan maksimum yang bisa dilayani oleh BTS CDMA akan mengikuti perhitungan tsb. Nah, ini dia yang menjelaskan mengapa kalau untuk CDMA, 1 BTS bisa mempunyai jarak yang sangat jauh, dengan BTS lain (terutama didaerah pedesaan).

Rumit yah? hehehehehehe ….. Mr. Green.

10. Interkoneksi BTS<->BSC, biasanya memang menggunakan MW radio ==> ini hanya pada level phisical layer (OSI layer 1). Oya, persinyalan antara BTS<->BSC adalah proprietary, maksudnya setiap vendor (ericsson, nokia, siemens, alcatel, huawei, etc.) mempunyai protokol khusus tersendiri. Jadi, BTS-nya ericsson, nggak bakalan bisa dihubungkan ke BSC-nya nokia, dan sebaliknya. Sedangkan untuk interkoneksi BSC<->MSC, biasanya menggunakan MW radio dengan kapasitas lebih besar, atau menggunakan fiber optik. Nah, kalo dari BSC ke MSC, itu sudah ada pengaturan persinyalannya. Biasanya disebut CCS-7 (common channel signalling, versi 7). tapi kalo udah ada yang versi 8, aku gak tau deh. Hehehehehehe …. Mr. Green. Jadi, BSC nokia, bisa aja dikoneksikan ke MSC-nya ericsson atau siemens. Begitu juga sebaliknya. Oya, interface dari BTS ke BSC adalah E1, sedangkan dari BSC ke MSC, biasanya juga E1. Tapi ada juga yang mesti STM-1. Tergantung spesifikasi dari masing-masing vendor.
Pada microwave radio, memang rentan untuk terjadi interferensi, terutama dalam kota-kota yang besar. Nah, setiap band frekuensi, dibagi menjadi beberapa sub-band, biasanya ditandai dengan alphabetical. Kemudian, setiap sub-band biasanya masih terdiri dari beberapa channel. Kiat untuk menghindari iterferensi adalah dengan melakukan tes RFI (radio frekuensi interference), sebelum kita membuat (manufacture) dan meng-instal perangkat MW radio kita. RFI test dilakukan dengan melakukan scanning terhadap frekuensi tertentu, pada daerah tertentu. Tujuan RFI ini adalah untuk mengetahui, apakah pada frekuensi tertentu subband tertentu dan channel tertentu, sudah ada yang menggunakan atau belum.

9 Tanggapan

  1. Ass. Wr. Wb

    saya seorang newbie di bid. telekomunikasi. saya mau tanya tentang istilah antena bearing, apakah itu ?apakah satuan dari bearing dB, Meter, Derajat ??

    kemudian apakah antena bearing tiap BTS itu sama walaupun beda operator ?

    apakah anda tahu antena bearing untuk indosat ?

    Terima kasih atas penjelasannya

    Best regards,

    Bearing adalah posisi derajat antena dari arah barat dan timur istilah mudahnya posisi derajat antena dari posisi kanan dan kiri antena. Untuk satuannya adalah derajat , karena setiap sektor itu mengcover unutk 120 derajat. Jadi setiap BTS terdapat 3 sektor antena yang masing” mengcover 120 derajat. Kalau posisi bearing tergantung dari tim planning project didaerah mana yang akan kita cover, jadi setiap BTS bisa jadi beda.

    Saleem

  2. sedikit tambahan aja
    tuk no.1
    fungsi radome ga hanya melindungi komponen yg didalam
    dari udara luar aja.
    Jadi radome juga berfungsi tuk mengatasi pemantulan gelombang elektromagnetik yang didalamnya agar matching,
    jadi dalam pemasangan radome tersebut perlu ditentukan dulu bahan dari radome itu.
    semoga membantu
    Btw kalo2 nanya2 tentang transmisi di satelit bisa dibantuin Ga?
    lagi ngalamin kesulitan nih di TA
    Thx b4

    Thanx atas tambahan pencerahannya :D
    but aku gk pegang dibidang satelit loh boss, tapi klo aku tahu yah bolehlah :D
    ntar aku bantu :P

  3. berapa jumlah BTS indosat di Malang ?, beserta letak

  4. berapa jumlah BTS di malang, beserta letaknya..
    trims

  5. hubungi aku di 08566220220

  6. Kenaapa grounding bts ada yang di link (dikonek) jadi satu dengan penangkal petir, bahkan pagar juga ikut digrounding. Ada pengaruhnya gak dg perangkat yg ada di shelter? Bagaimana kalau petir dan grounding perangkat dipisah? Ada teorinya yg benar gak sih? Bagaimana dengan di MSC ,grounding dan petir apakah perlu di konek juga ? Trims banyak.

  7. boleh nambahin dikit yaaaaa…

    masalah grounding nich….
    biar gitu punya fungsi penting lho..
    intinya grounding untuk melindungi perangkat bts dari sambaran petir yang
    membawa arus super besar, selain untuk perangkat bts grounding juga
    melindungi perangkat elektronik warga sekitar dari petir itu (gimana gak dihantam petir orang tower setinggi itu pasti jadi sasaran empuk petir) wong dipasang grounding aja masih ada aja warga kompain tv nya meledug pas ada petir juntrungnya tower yang jadi tersangka, emang masuk akan juga karena ada kemungkinan arus yang bocor.

    semua perangkat yang berbau besi idealnya harus dikonek ke bar grounding..
    mulai dari perangkat power, BTS, subrack transmisi, DDF block e1, ampe pagarpun dikonek ke sumur bar grounding. Tower harus mempunyai grounding yang komplet di setiap kakinya, jika tower kena petir maka grounding di kaki tower tersebut akan mengalirkan arus ke tanah secara bersamaan. Disitu pula akan ada efek saling menghilangkan induksi arus, so perangkat aman (teorinya sih).

    Hayooo kalo ada yang mo nambah monggooo….

    Terima Kasih atas tambahannya

  8. tambahan untuk grounding. Setahu saya yang bikin tv penduduk itu kena efek sambaran petir adalah karena instalasi PLN dirumah2 penduduk biasanya groundingnya kurang bagus atau malah tidak ada. Akibatnya jika ada petir ke tower, dengan sistem grounding seperti itu tower akan menetralkan dan menyebar arus yang masuk. Menurut informasi yang saya dapat, bisa saja listrik meloncat ke rumah penduduk melalui perantara listrik PLN yang mencatu tower. Jika di rumah2 penduduk groundingnya baik kemungkinan adanya loncatan arus akan bisa diminimimalisir. Sebenarnya sih baiknya ada kontribusi juga dari operator untuk memasangkan alat untuk menetralkan arus loncatan ini pada hop PLN atau rumah2 penduduk, namun kembali lagi ke masalah dana dan kesadaran dari operator tersebut.

  9. Ada e-book or softcopy ttg BTS mas? saya lg butuh ni utk penelitian tugas akhir. Kl ada bolehlah kiranya saya minta. Email saya : aulia16@gmail.com

Tinggalkan Balasan