Sistem telekomunikasi seluler merupakan suatu sistem telekomunikasi yang populer saat ini. Sifat komunikasi ini yang sangat fleksibel yang dapat melakukan komunikasi kapan dan dimana saja berada merupakan salah satu keunggulan pemilihan jenis telekomunikasi ini. Dengan penerapan konsep seluler, diharapkan kapasitas pelayanan sistem menjadi bertambah. Hal ini dimungkinkan dengan adanya penggunaan kembali kanal frekuensi yang sama (frekuensi reuse) pada beberapa BTS yang terpisah pada jarak yang memenuhi syarat signal to noise ratio (SNR) tertentu. Dengan demikian penggunaan pita frekuensi akan lebih efektif.
Sistem komunikasi bergerak seluler sangat rentan terhadap kondisi lingkungan sepanjang lintasan propagasi antara Mobile Station (MS) dan Base Transceiver Station (BTS), yang mengakibatkan redaman yang besar. Hal ini disebabkan antena MS yang relatif lebih rendah sehingga memungkinkan terjadinya refleksi sinyal sehingga sangat sulit untuk menentukan redaman propagasi. Efek multipath fading karena lingkungan stasiun bergerak berupa gedung-gedung yang tinggi mengakibatkan sinyal mengalami refleksi. Selain itu dalam lintasan radio bergerak terdapat halangan-halangan baik struktur buatan manusia maupun alamiah yang mengakibatkan redaman difraksi.
DIarsipkan di bawah: Seluler









